Reses Daniel Rohi, Sumberpucung Malang Layak Jadi Centra Tembakau Nasional

INDRAPURA.ID – Kualitas tembakau yang dihasilkan tak kalah dengan Jateng dan daerah lainnya, daerah Sumberpucung kabupaten Malang diusulkan sebagai kawasan centra tembakau nasional.

Menurut anggota komisi B DPRD Jawa Timur Daniel Rohi, di kawasan tersebut memiliki potensi sejak jaman dahulu sudah menanam tembakau.

“Kualitas dan kuantitas dari tembakau yang dihasilkan juga tak kalah bagus dengan daerah lainnya misalnya Jateng yang konon kabarnya sebagai daerah yang punya kualitas tembakau yang sangat bagus di Indonesia,”katanya di sela-sela serap aspirasi di kabupaten Malang, senin (4/12/2023).

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan sudah saatnya daerah tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk dijadikan sebagai salah satu daerah centra tembakau nasional. “Saat saya turun di Sumberpucung, petani tembakau di situ menginginkan agar bibitnya distandarisasi serta di sertifikasi agar menjadi bibit khas dari Sumberpucung,”terangnya.

Agar harapan Sumberpucung menjadi centra tembakau nasional, Daniel Rohi mengaku mendorong untuk memfasilitasi aspek kelembagaan, pendanaan maupun teknologi agar hal tersebut terealisasi.

Di Sumberpucung, sambung dia, selama ini petani disitu banyak mengirim tembakaunya ke daerah Banyuwangi,karena tembakau Sumberpucung diminati masyarakat disana. “Jika pabrik rokok tak mau menerima tembakaunya, biasanya petani tembakau Sumberpucung langsung menjualnya ke masyarakat Banyuwangi untuk dijadikan rokok lintingan,”tuturnya.

Daniel Rohi mengaku kalau sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah pabrik rokok di Malang Raya agar mau membeli produksi tembakau dari Sumberpucung.

“Para pemilik pabrik mengaku tertarik untuk membelinya dan jika produksi tembakau bisa besar, mereka menginginkan untuk segera dilakukan MoU dengan petani. Tembakau Sumberpucung punya ciri khas sendiri,” jelasnya.

Kabupaten Malang juga merupakan salah satu wilayah penghasil tembakau dengan total areal tanam tembakau mencapai 498 Hektar, yang tersebar di tujuh kecamatan yaitu Sumberpucung, Wonosari, Tajinan, Kromengan, Tumpang, Poncokusumo dan Donomulyo yang dikelola oleh 55 Kelompok Tani.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *