INDRAPURA.ID — Pemerintah terus memperkuat langkah strategis dalam mengatasi darurat sampah di Indonesia. Kali ini, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, meresmikan Waste Crisis Center (WCC) sebagai pusat layanan percepatan pengelolaan sampah nasional.
Peresmian WCC digelar secara daring dan dihadiri berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pakar lingkungan, hingga mitra pembangunan. Dalam sambutannya, Menteri Hanif menegaskan bahwa kehadiran WCC merupakan jawaban konkret atas persoalan sampah yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia, baik di tingkat rumah tangga maupun skala nasional.
“Kami berharap Waste Crisis Center (WCC) ini dapat menjadi jawaban atas segala permasalahan sampah di seluruh Indonesia,” ujar Menteri Hanif.
WCC dibentuk untuk menjembatani kesenjangan antarwilayah dalam pengelolaan sampah, termasuk infrastruktur, kelembagaan, pembiayaan, penegakan hukum, serta keterlibatan masyarakat. Kehadirannya akan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam kerangka Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) Pengelolaan Sampah.
Empat fungsi utama akan dijalankan WCC yaitu pertama, think tank nasional penyusun rekomendasi strategis berbasis data lapangan. Kedua, manajemen proyek untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan konsisten, Ketiga, konsultan teknis bagi pemerintah daerah, dan keempat, command center pengawasan dan sistem peringatan dini berbasis data real-time.
Tenaga Ahli Menteri LH sekaligus pendiri Waste4Change, Mohamad Bijaksana Junerosano, menambahkan bahwa WCC akan menjadi pusat integrasi teknologi informasi dan data inovatif demi mendukung sistem pengelolaan sampah yang cepat dan efisien.
“Kita akan mengumpulkan beragam teknologi informasi dan inovasi data yang mendukung percepatan pengelolaan sampah melalui data yang terintegrasi untuk mewujudkan Indonesia bersih dan bebas sampah,” ujarnya.
Selain menjadi pusat operasional, WCC juga akan dilibatkan dalam penyusunan Peraturan Presiden terkait Jakstranas Pengelolaan Sampah. Bahkan, dalam waktu dekat WCC akan berkembang menjadi Sekretariat Koordinator Nasional Implementasi Jakstranas yang mengawal pelaksanaan kebijakan lintas sektor secara berkelanjutan.
“WCC kami bentuk bukan hanya sebagai simbol, tetapi sebagai pusat kendali dan solusi nyata dalam sistem pengelolaan sampah nasional yang modern, terukur, dan kolaboratif,” tegas Menteri Hanif.
Melalui WCC, KLH/BPLH memperkuat komitmennya terhadap target nasional: 100% layanan pengangkutan sampah, 100% pengolahan sampah melalui beragam fasilitas (TPS3R, TPST, RDF, kompos, waste-to-energy), serta minimalisasi residu yang dikirim ke TPA dengan sistem sanitary landfill.
Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah serius mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah yang berbasis data, inklusif, dan terukur demi menciptakan lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.


