Sabtu, Desember 6, 2025
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Gubernur Khofifah Tegas Tolak Impor Sapi dan Daging Masuk Wilayahnya

Provinsi Jawa Timur Surplus Daging, Populasi Tertinggi Nasional

INDRAPURA.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan sikap menolak masuknya impor sapi maupun daging dari luar negeri ke wilayah Jawa Timur. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam acara Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan (IB) Jawa Timur Tahun 2025, yang digelar di Kabupaten Jember, Senin (24/11).

Khofifah menilai, produktivitas sapi potong dan sapi perah Jawa Timur saat ini sudah sangat tinggi dan mampu menjadi penyangga kebutuhan nasional, sehingga impor daging tidak perlu diarahkan ke Jatim.

“Kalau pemerintah mau impor daging, silakan. Tetapi jangan pernah diturunkan di Jawa Timur, karena kita surplus daging. Ini bisa mengganggu produktivitas peternak kita,” tegas Khofifah di hadapan ribuan peserta yang terdiri dari peternak, paramedis, dokter hewan, akademisi, hingga asosiasi peternakan.

Berdasarkan data BPS 2024 yang disampaikan Khofifah, Jawa Timur memiliki Populasi sapi potong 3,11 juta ekor (tertinggi nasional, kontribusi 26%), Produksi daging sapi 121.387 ton (20% kontribusi nasional), Produksi susu 476.712 ton (58% kontribusi nasional), Produksi telur 2,02 juta ton (32% kontribusi nasional).

Dengan capaian tersebut, Jawa Timur menjadi provinsi dengan produktivitas peternakan tertinggi di Indonesia.Karena itu, Khofifah meminta pemerintah pusat untuk tidak menurunkan sapi impor, daging kerbau India, maupun daging impor Australia ke Jatim.

“Jawa Timur sudah cukup. Jangan sampai impor daging menurunkan harga dan memukul peternak lokal,” ujarnya.

Dalam acara itu, Khofifah juga mengungkapkan adanya rencana impor 200 ribu sapi betina bunting dalam program percepatan swasembada daging nasional. Namun ia memastikan jangan sampai turun di Jawa Timur, dan mengingatkan bahwa distribusi dan tujuan impor harus dihitung secara terukur dan tidak membebani provinsi yang telah surplus.

Acara IB serentak ini turut mencatatkan Jawa Timur dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai provinsi dengan inseminasi buatan terbanyak sepanjang tahun 2025, yakni 1.019.397 ekor sapi. Penghargaan diserahkan perwakilan MURI kepada Gubernur Khofifah.

“Ini buah kerja keras seluruh petugas dan peternak. Kita harus terus waspada terhadap PMK, memperkuat vaksinasi, bioskuriti, dan lalu lintas ternak,” imbuh Khofifah.

Gubernur Khofifah juga memaparkan peluang ekspor produk siap saji (ready to eat) Indonesia untuk kebutuhan jamaah haji 2026, yang bahan bakunya wajib berasal dari Indonesia. Tim Kementerian Haji Arab Saudi dijadwalkan berkunjung pada Desember.

“Ini menjadi kesempatan besar bagi peternak Jatim untuk memperluas pasar daging dan susu ke skala internasional,” tandasnya.

Gubernur Khofifah kembali menegaskan visinya menjadikan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara sebagai pusat logistik, pangan, peternakan, dan industri kawasan timur Indonesia. “Potensi kita luar biasa. Peternakan Jatim harus menjadi pusat kekuatan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Dalam sambutannya, Bupati Jember B.M. Fawaid menyampaikan komitmen penuh mendukung program Gubernur Jatim. Ia menyebut potensi Jember besar sebagai daerah peternakan dan siap berkontribusi menuju swasembada daging nasional.

Bahkan Fawait juga berupaya untuk menjadikan wilayahnya sebagai desa tematik, seperti desa tematik sapi, desa domba, hingga desa tematik kambing. “Jember siap berada di belakang Ibu Gubernur. Insyaallah Jawa Timur menjadi pilar ketahanan pangan nasional,” katanya.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur Indyah Aryani memaparkan sejumlah capaian dan kegiatan besar yang sedang dilaksanakan untuk memperkuat populasi ternak melalui program inseminasi buatan (IB).

Ia menjelaskan bahwa pelayanan inseminasi buatan serentak diwakili oleh 38 kabupaten/kota sebagai puncak IB serentak Jawa Timur, yang dicatatkan dalam rekor MURI sebagai inseminasi buatan tertinggi dalam satu tahun.

Untuk mendukung program tersebut, Jatim memiliki 1.417 petugas IB, didukung 750 petugas pemeriksa kebuntingan (PKB). Sementara itu, untuk menjaga kesehatan hewan, pemerintah menurunkan 950 dokter hewan dan 1.500 paramedis veterinari.

Dalam urusan pengawasan, Jatim memiliki 94 pengawas bibit ternak, 58 pengawas mutu pakan, dan 95 pengawas kesehatan hewan. Indy juga menampilkan hasil-hasil program IB, termasuk kelahiran pedet-pedet unggul, serta sapi jantan hasil IB dengan berat ekstrem lebih dari 1 ton.

Menutup laporannya, Kadisnak menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Gubernur Jatim yang dinilai berpihak kepada peternak terutama pada masa sulit wabah PMK. Ia menegaskan bahwa dukungan tersebut menjadi kunci keberhasilan Jatim melewati masa krisis dan tetap mempertahankan status sebagai gudang ternak nasional.

Pada kesempatan itu turut disampaikan bahwa Gubernur Jatim akan menyerahkan sejumlah penghargaan dan bantuan Di antaranya penghargaan bagi petugas berprestasi tingkat Jawa Timur, sertifikat kepada masyarakat Perintis Izin Sanitasi RPU Sidowungu Gresik.

Kemudian juga ada penyerahan simbolis obat, vaksin, pakan, serta bantuan alat mesin pertanian berupa motor roda tiga pengangkut pakan, dan bantuan kambing bagi kelompok peternak dan HKTI.

Gubernur Khofifah juga bersama pelajar dalam gerakan minum susu, dilanjutkan memimpin secara langsung melihat sapi bobot ekstrim hingga gerakan inseminasi buatan, vaksinasi PMK serentak, dan pemeriksaan kebuntingan yang diwakili petugas dari 38 kabupaten/kota. .

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles