INDRAPURA.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak bertemu Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman di Jakarta untuk menegaskan kesiapan Jawa Timur mengawal Program Strategis Nasional (PSN), khususnya menuju swasembada susu dan swasembada gula.
Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur siap mendukung percepatan penguatan populasi sapi perah nasional. Tahun depan direncanakan masuk 200 ribu sapi dara bunting, dan Jawa Timur menyatakan siap menjadi bagian utama dari program tersebut. Tahun ini, Jatim sudah berhasil mendatangkan 10 ribu sapi dara bunting sebagai langkah awal.
Ia menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki ekosistem peternakan yang kuat, infrastruktur memadai, serta industri pengolahan susu yang selama ini menjadi pemasok besar kebutuhan nasional.
Selain susu, Jatim juga dipercaya mempercepat program Bongkar Ratun untuk meningkatkan produktivitas tebu dan kapasitas suplai tebu giling sebagai langkah menuju swasembada gula nasional.
“Jika tahun ini Indonesia menuju swasembada beras, maka tahun depan sangat mungkin kita menuju swasembada gula. Jatim siap berada di lini terdepan,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan, keberhasilan dua program besar ini membutuhkan sinergi petani, koperasi, pabrik gula, serta pemerintah daerah. Modal sosial Jawa Timur yang kuat menjadi basis penting percepatan.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi atas kinerja Jawa Timur yang dinilai berkontribusi besar pada ketahanan pangan nasional. “Gubernur Khofifah ini pekerja keras. Produksi padi, jagung, daging, gula, hingga telur di Jawa Timur selalu nomor satu. Kinerjanya luar biasa,” kata Mentan Amran.
Ia memastikan dukungan penuh Kementerian Pertanian, termasuk percepatan program tebu nasional menuju swasembada white sugar tahun depan, dan swasembada gula total dalam tiga sampai empat tahun ke depan.Amran juga menyampaikan bahwa pembangunan PSN Sapi Perah akan dilakukan di Blitar dan Banyuwangi, dengan anggaran sekitar Rp 2,4 triliun untuk target populasi 67.000 sapi perah di area terintegrasi seluas 13 hektare.


