Senin, Januari 19, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Wagub Emil: HDI 2025 Momentum Perkuat Inklusi dan Ruang Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas di Jawa Timur

INDRAPURA.ID — Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 harus menjadi momentum memperkuat inklusivitas, kesetaraan, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri acara puncak HDI 2025 yang digelar di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Pasuruan, Grati, Rabu sore (3/12). Dalam sambutannya, Emil menekankan kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari angka-angka ekonomi, tetapi dari kualitas jiwanya dalam memperlakukan setiap manusia secara setara.

Menurutnya, Jawa Timur terus membangun fondasi masyarakat inklusif, namun upaya ini tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri, melainkan harus melibatkan dunia usaha, akademisi, dan masyarakat luas.

Acara puncak HDI tahun ini mengusung tema “Setara Berkarya, Berdaya Tanpa Batas”, yang mencerminkan dorongan bersama agar penyandang disabilitas memiliki ruang yang sama dalam beraktivitas, bekerja, dan berkreativitas.

Ribuan peserta, termasuk penyandang disabilitas dari berbagai daerah di Jawa Timur, memadati UPT RSBL Pasuruan untuk mengikuti rangkaian kegiatan.

Salah satu agenda penting yang menjadi perhatian Wagub adalah Launching Disabilitas Jawara, program baru Pemprov Jawa Timur yang fokus meningkatkan kapasitas penyandang disabilitas produktif melalui pelatihan, pendampingan, hingga perluasan kesempatan kerja.

Emil menyebut program ini sebagai langkah afirmatif yang harus terus diperkuat agar penyandang disabilitas dapat hidup lebih berkualitas dan mandiri.

Kemeriahan HDI 2025 juga ditandai dengan Carnival Harmoni Disabilitas, sebuah karnaval inklusif yang menampilkan kreativitas, bakat, serta keberagaman penyandang disabilitas dari berbagai UPT dan komunitas difabel.

Emil mengaku terharu melihat antusiasme para peserta yang tampil percaya diri dan penuh semangat. Menurutnya, karnaval ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi wujud nyata bahwa penyandang disabilitas memiliki talenta besar yang layak mendapatkan ruang apresiasi.

Wagub Emil menutup sambutannya dengan pesan bahwa perjuangan menciptakan masyarakat inklusif tidak boleh berhenti pada seremonial tahunan, tetapi harus terus digerakkan agar “tidak ada satu pun yang tertinggal”.

Selain itu, Dinas Sosial Jatim menghadirkan pameran UMKM difabel, bazar pemberdayaan, serta playground ramah anak dan ramah disabilitas. Melalui pameran tersebut, pelaku UMKM difabel dapat mempromosikan produk-produk unggulan mereka kepada masyarakat. Dinsos juga menyediakan pasar murah sebagai fasilitas tambahan untuk membantu kebutuhan masyarakat sekitar.

Guna memperluas akses kerja, acara ini dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama rekrutmen tenaga kerja disabilitas antara Dinsos Jatim dan sejumlah perusahaan. Sebanyak 40 lowongan kerja khusus disabilitas dibuka di Job Center Disabilitas, yang menjadi ruang konsultasi sekaligus perekrutan langsung bagi para pencari kerja difabel.

Emil mengapresiasi perusahaan yang telah berkomitmen membuka akses kerja, termasuk perusahaan besar yang telah mempekerjakan ratusan pekerja difabel.Di bidang layanan sosial dan kesehatan, kegiatan ini menghadirkan pemeriksaan dan pengobatan gratis bekerja sama dengan Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) dan sejumlah rumah sakit jiwa di Jawa Timur. Layanan tersebut memastikan penyandang disabilitas mendapatkan akses kesehatan yang layak dan mudah dijangkau.

Acara juga diisi dengan pemberian bantuan sosial, alat bantu mobilitas, serta penyerahan gerobak dan etalase untuk mendukung kemandirian ekonomi penyandang disabilitas serta masyarakat sekitar. Sebanyak 41 alat bantu diserahkan untuk warga Pasuruan, yang diharapkan dapat mendukung aktivitas harian penerima manfaat

.Rangkaian peringatan juga melibatkan Ikrar Disabilitas, yang menegaskan komitmen seluruh peserta dan pemangku kepentingan untuk memperkuat kesetaraan dan menolak segala bentuk diskriminasi terhadap penyandang disabilitas.

Wakil Bupati Pasuruan, H. Muhammad Shobih Asrori, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Pemprov Jatim yang menunjuk Kabupaten Pasuruan sebagai tuan rumah HDI 2025. Ia mengakui bahwa amanah tersebut merupakan kehormatan besar sekaligus kesempatan bagi daerahnya untuk menunjukkan komitmen terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas.

Kepala Dinas Sosial Jawa Timur, Restu Novi Widiani, dalam laporannya menegaskan bahwa HDI 2025 diikuti sekitar 600 peserta dari berbagai UPT, komunitas, dan organisasi disabilitas. Ia menambahkan bahwa Pemprov Jatim terus melanjutkan pembangunan fasilitas disabilitas, termasuk pengembangan UPT RSBL Pasuruan yang berada di atas lahan lebih dari 3,5 hektare.

Novi juga menjelaskan bahwa program Disabilitas Jawara dan Job Center merupakan inovasi baru untuk memastikan afirmasi bagi penyandang disabilitas produktif.Melalui rangkaian kegiatan ini, Dinsos Jatim berharap seluruh pihak semakin memahami pentingnya inklusivitas dan membuka lebih banyak ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya, berdaya, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles