Minggu, April 19, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

PNM Perkuat Pemberdayaan Disabilitas lewat Program Difabel Bisa Berusaha

INDRAPURA.ID – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan program pemberdayaan yang inklusif. Melalui program Difabel Bisa Berusaha, PNM menggelar pelatihan khusus bagi penyandang disabilitas di Ballroom Hotel Quest Darmo, Surabaya, Senin (15/9/2025).

Program yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan di 12 kota Indonesia ini resmi dibuka Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc. Dalam sambutannya, Emil mengapresiasi langkah PNM yang tak hanya bergerak sendiri, tetapi juga melibatkan mitra strategis seperti PT Pegadaian, PT Pelabuhan Indonesia Regional 3 (Pelindo), PT Jamkrindo, PT SIER, dan PT Bank IBK Indonesia Tbk.

“Saya sangat mengapresiasi program ini. Bukan hanya menggandeng mitra korporasi, tapi juga melibatkan sahabat-sahabat kita dari kalangan disabilitas. Ini sangat inspiratif. Tantangannya, program ini tidak boleh berhenti di sini, harus berkelanjutan hingga tuntas,” tegas Emil.

Emil menekankan bahwa peserta pelatihan tidak hanya dibekali keterampilan digital, namun juga dipersiapkan menjadi pelatih yang bisa menularkan ilmu kepada komunitas difabel lainnya. Ia juga mendorong agar peserta mendapat pendampingan yang cukup, khususnya dalam aspek pemasaran dan peningkatan kepercayaan diri.

Sementara itu, Kepala Divisi Jasa Manajemen dan TJSL PNM, Cut Ria Dewanti, menegaskan bahwa program Difabel Bisa Berusaha merupakan bentuk nyata sinergi lintas sektor untuk mendukung kemandirian ekonomi difabel.

“Program ini bukan sekadar pelatihan. Ini adalah bentuk komitmen kami menghadirkan TJSL yang inklusif dan berkelanjutan. Setiap individu, tanpa terkecuali, memiliki potensi luar biasa untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa,” ujar Cut Ria.

Kegiatan di Surabaya ini diikuti 50 peserta dari berbagai latar belakang disabilitas, seperti Tuna Netra, Tuna Daksa, Tuna Rungu, Tuna Laras, disabilitas mental, serta juru bahasa isyarat dan pendamping. Secara nasional, program ini akan menjangkau 380 penerima manfaat.

Selain menekankan inklusi sosial, program ini juga sejalan dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yakni SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan).

Sebagai informasi, hingga pertengahan 2025, PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp43,77 Triliun kepada lebih dari 13,3 juta nasabah di seluruh Indonesia melalui program PNM Mekaar. Di Jawa Timur, tercatat 2,39 juta nasabah dengan total penyaluran Rp7,37 Triliun, yang didampingi oleh lebih dari 10.651 tenaga pendamping di 799 unit aktif.

Melalui sinergi ini, PNM berharap penyandang disabilitas tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dan digital, tetapi juga membangun kepercayaan diri serta kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles