Rabu, Januari 14, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Gerakkan Warga Jaga Sungai, Tim Patroli Air dan Pertamina Luncurkan Sekolah Aliran Sungai

INDRAPURA.ID – Langkah nyata menjaga ekosistem Kali Surabaya kini memasuki babak baru. Tim Patroli Air Terpadu Jawa Timur bersama Pertamina Patra Niaga menggagas program inovatif bertajuk Sekolah Aliran Sungai, yang resmi diluncurkan dalam acara Rembuk Lingkungan di Kantor Divisi Jasa ASA WS Brantas, Kamis (24/7/2025).

Program ini menjadi titik temu antara edukasi lingkungan dan partisipasi warga bantaran sungai. Lewat pendekatan informal dan berbasis praktik lapangan, masyarakat, terutama anak-anak sekolah diberdayakan menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian sungai.

“Ini adalah bentuk edukasi lingkungan yang tidak hanya menyentuh logika, tapi juga menyentuh hati. Anak-anak akan dikenalkan langsung pada sungai, belajar memilah sampah, memahami pencemaran, dan mencari solusi bersama,” ujar Jefri Marsal selaku Integrated Terminal Manager Pertamina Patra Niaga IT Surabaya.

Sebagai bagian dari program CSR Pertamina di bidang lingkungan, kegiatan ini bukan yang pertama. Setelah sukses digelar di Kelurahan Jambangan pada 2024, tahun ini program diperluas dalam tiga seri, mencakup warga umum, sekolah, dan sesi teknis.

Koordinator Tim Patroli Air Terpadu Jatim, Imam Rochani, menyebut Sekolah Aliran Sungai sebagai solusi kreatif di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.

“Dengan kolaborasi lintas sektor, kami bisa terus bergerak. Kami tengah menyiapkan modul lingkungan untuk dimasukkan ke dalam muatan lokal sekolah, agar anak-anak memiliki keterikatan emosional dan pengetahuan yang konkret tentang sungai,” ungkap Imam.

Dalam acara ini, hadir tokoh masyarakat, RT/RW, karang taruna, hingga unsur Babinsa dan Satpol PP. Rembuk Lingkungan berlangsung aktif, membahas langkah-langkah pelestarian sungai yang bisa dilakukan bersama-sama.

Lurah Pagesangan, Yudi Kurniawan, menyampaikan apresiasi terhadap gerakan ini yang menurutnya mampu menyatukan semangat kolaboratif dari berbagai unsur masyarakat.

“Program ini menghidupkan kembali nilai gotong royong. Terlebih, kami sudah punya gerakan warga seperti Geblak (Gerakan Balik Kanan menghadap sungai, red), yang secara sukarela menata ulang rumah mereka agar lebih ramah terhadap sungai,” kata Yudi.

Acara ditutup dengan pemetaan kondisi sungai dan rencana tindak lanjut berbasis kebutuhan warga sekitar. Sosialisasi selanjutnya akan digelar pada 30 Juli mendatang dengan menyasar siswa sekolah dasar hingga menengah.

Dengan dukungan kuat dari berbagai pihak, Sekolah Aliran Sungai diharapkan tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi tumbuh menjadi gerakan bersama untuk menciptakan sungai yang bersih, lestari, dan penuh makna bagi generasi mendatang.

 

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles