Senin, Januari 19, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Di Usia 68 Tahun, Moch Samsul Arifien Ukir Sejarah

Wisudawan Terbaik S3 UPN Veteran Jawa Timur 2025

INDRAPURA. ID – Gedung Giri Loka UPN “Veteran” Jawa Timur, Sabtu (26/7/2025), dipenuhi suasana haru dan bangga. Di antara ratusan lulusan yang mengikuti prosesi wisuda Tahun Akademik 2024/2025, satu sosok tampil mencolok: Moch Samsul Arifien, pria berusia 68 tahun yang berhasil mencatatkan diri sebagai wisudawan terbaik program doktoral (S3) sekaligus lulusan tercepat dengan IPK sempurna 4,00 cum laude.

Prestasi ini tidak hanya mencengangkan karena pencapaian akademiknya, tetapi juga karena usianya yang bagi sebagian orang sudah memasuki masa pensiun. Namun, bagi Samsul Arifien, belajar tidak pernah mengenal kata terlambat. Ia membuktikan bahwa semangat dan ketekunan bisa melampaui batasan usia.

Dikenal sebagai mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur (2010–2017), perjalanan akademiknya di UPN “Veteran” dimulai pada tahun 2022. Dalam waktu tiga tahun, ia menyelesaikan studi doktoralnya di bidang pertanian dengan hasil gemilang. Penelitiannya yang berfokus pada ketahanan dan keberlanjutan pertanian tebu menjadi kontribusi penting bagi dunia akademik dan kebijakan pertanian nasional.

Selama studinya, ia juga aktif menulis dan menerbitkan artikel di jurnal internasional bereputasi, seperti Scopus Q3 dan Q4, serta turut berpartisipasi dalam berbagai konferensi ilmiah. Kiprah akademiknya dilengkapi dengan karya literasi yang menginspirasi, seperti buku Kulihat Surga di Perkebunan, Tebuku Maniskan Separuh Nusantara, dan novel seri Kopi Berbunga di Bukit Ayundari.

Ketika ditanya tentang motivasinya, jawabannya sederhana namun mendalam. “Ilmu adalah salah satu sifat Allah. Mempelajarinya berarti mendekat kepada-Nya. Usia hanya soal fisik, tapi semangat dan ruh ilmu tidak pernah menua,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Lahir di Tulungagung pada 12 Agustus 1957, Samsul memulai kariernya di Dinas Perkebunan Jatim sejak 1982. Setelah pensiun, ia tetap mengabdi sebagai Widya Iswara di Badan Diklat Provinsi Jawa Timur, berbagi ilmu kepada generasi muda ASN. Ia juga menerima sejumlah penghargaan nasional, termasuk dua Rekor MURI: Panen Pedet Terbanyak (2016) dan Pejabat Pencipta Lagu Terbanyak (2017).

Kini, di tengah arus disrupsi digital dan perubahan zaman, sosoknya menjadi teladan klasik tentang belajar dengan hati, bekerja dengan dedikasi, dan hidup dengan integritas. Ia membuktikan bahwa wisuda bukanlah akhir, tapi awal dari kontribusi yang lebih luas.

Dengan semangat yang tetap menyala, ia berencana terus menulis, membimbing generasi muda, dan memperluas dampak penelitiannya dalam pengembangan pertanian Indonesia. Samsul Arifien telah menegaskan bahwa usia hanyalah angka, dan belajar adalah jalan hidup yang tak pernah selesai.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles