Jumat, Januari 16, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

UPT RSBL Kediri Pastikan Permakanan Bergizi untuk Penerima Manfaat

INDRAPURA.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melalui Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Laras (UPT RSBL) Kediri, Dinas Sosial (Dinsos) Jatim terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan terbaik bagi penerima manfaat (PM). Salah satu bentuk layanan tersebut adalah penyediaan permakanan yang terjamin nilai gizinya.

Setiap hari, tim permakanan UPT RSBL Kediri menyiapkan sarapan, makan siang, makan malam, hingga camilan dengan pendampingan langsung dari ahli gizi. Menu yang disajikan pun selalu berganti, disusun secara variatif untuk memastikan kebutuhan nutrisi harian terpenuhi.

Kepala UPT RSBL Kediri, Mohamad Zusron Ansori, menegaskan bahwa makanan bergizi dan bersih adalah standar pelayanan rehabilitasi yang tidak bisa ditawar. “Kami memastikan makanan yang disajikan tidak hanya bernilai gizi tinggi, tetapi juga memiliki cita rasa yang baik, sehingga para penerima manfaat bisa menikmati sekaligus mendapatkan energi yang cukup,” ujarnya.

Zusron menambahkan, pemenuhan kebutuhan gizi ini sejalan dengan semangat Makan Bergizi (MBG) yang saat ini banyak dikenal masyarakat dalam konteks program untuk anak sekolah. Namun menurutnya, esensi dari MBG sebenarnya lebih luas, yaitu memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti penerima manfaat di UPT rehabilitasi sosial juga memperoleh akses makanan sehat dan seimbang.

“Kalau untuk anak sekolah, MBG bertujuan menunjang tumbuh kembang dan prestasi belajar. Sedangkan di sini, MBG kami terjemahkan dalam bentuk asupan gizi yang membantu proses rehabilitasi, menjaga kesehatan fisik, dan menumbuhkan semangat hidup penerima manfaat. Jadi prinsipnya sama, bagaimana makanan bergizi bisa menjadi pondasi kemandirian,” jelasnya.

Lebih lanjut, Zusron menilai bahwa gizi adalah bagian penting dalam proses rehabilitasi sosial. Penerima manfaat tidak hanya membutuhkan layanan medis atau psikososial, tetapi juga dukungan nutrisi yang tepat agar kondisi tubuh tetap bugar. Dengan demikian, program layanan permakanan ini tidak hanya sekadar memberi makan, melainkan benar-benar menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik.

Upaya ini diharapkan dapat menjaga kesehatan penerima manfaat, mempercepat proses pemulihan, sekaligus meningkatkan semangat mereka untuk bangkit dan mandiri. “Kami ingin mereka tidak hanya terjamin kebutuhan dasar, tetapi juga memiliki kesempatan yang sama untuk hidup sehat dan produktif,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles