Rabu, Januari 14, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Di Tengah Ribuan Warga, Gubernur Khofifah Hadiri Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2025

INDRAPURA.ID – Kirab Budaya Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2025 berlangsung meriah di Kabupaten Ponorogo. Ribuan masyarakat tumpah ruah mengikuti prosesi budaya yang dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dari Monumen Bantarangin, Desa Somoroto, Kecamatan Kauman, Sabtu (26/7/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan merawat keluhuran budaya daerah. Ia menyebut kirab budaya ini sebagai bentuk nyata pelestarian warisan budaya yang juga memiliki akar sejarah kuat, khususnya berkaitan dengan asal-usul Reog Ponorogo yang dipercaya berasal dari Kerajaan Bantarangin.

“Mari kita jaga keluhuran budaya kita. Kalau bukan kita, siapa lagi?” ujar Khofifah di hadapan ribuan peserta kirab.

Ia menambahkan, Grebeg Tutup Suro tak sekadar perayaan seremonial, namun menjadi referensi budaya yang layak diperkenalkan secara luas, bahkan hingga kancah internasional. Apalagi Reog Ponorogo telah diakui sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) oleh UNESCO sejak 2024.

“Kegiatan ini menjadi energi dan inspirasi untuk terus berinovasi dan menyampaikan pesan damai kepada dunia lewat Bantarangin dan Ponorogo,” tegasnya.

Ponorogo sendiri dikenal kaya akan potensi budaya. Berdasarkan rekap PPKD tahun 2022, terdapat 180 objek pemajuan kebudayaan di wilayah ini. Di antaranya terdiri dari tradisi lisan, ritus, seni, hingga permainan dan olahraga tradisional.

Kirab Budaya Bantarangin juga dinilai Gubernur sebagai momentum penting untuk menguatkan semangat solidaritas masyarakat. Keterlibatan aktif warga menurutnya menjadi pengikat sosial sekaligus penggerak geliat pariwisata.

“Melalui momentum ini diharapkan solidaritas dan toleransi masyarakat semakin kokoh, selaras dengan roda budaya dan pariwisata yang terus bergerak,” imbuh Khofifah.

Ia pun optimistis, rangkaian kegiatan Grebeg Tutup Suro 2025 mampu membangkitkan kembali semangat lintas sektor di Ponorogo dan Jawa Timur secara luas.

“Mari bersama-sama kita rajut harmoni, kedamaian dan kebersamaan,” ajaknya.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyampaikan bahwa Kirab Budaya merupakan puncak dari rangkaian Grebeg Tutup Suro tahun ini, yang sebelumnya telah diisi dengan pagelaran wayang dan kenduri agung.

“Tradisi ini mulai dikreasikan sejak 2010 oleh Bupati H. Amin, yang kini menjadi Ketua Yayasan Bantarangin. Tempat ini dipercaya sebagai bumi kelahiran Reog Ponorogo,” ujar Sugiri.

Prosesi kirab ditandai dengan penyerahan pusaka Cemethi Samandiman dari Gubernur kepada pemeran Prabu Klono Sewandono. Kirab menempuh rute sepanjang 8 kilometer, mengitari sejumlah ruas jalan utama dan desa di wilayah Kauman, sebelum kembali berakhir di Monumen Bantarangin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles