Sabtu, Desember 6, 2025
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Dishub Jatim Dorong Reaktivasi Rel Kereta di Gresik, Mojokerto, Bojonegoro, dan Lamongan untuk Kurangi Kemacetan

Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur tengah mendorong percepatan program reaktivasi rel kereta api di sejumlah wilayah seperti Gresik, Mojokerto, Bojonegoro, dan Lamongan. Program ini dinilai menjadi langkah strategis untuk mengurangi kemacetan serta mendukung efisiensi distribusi logistik di kawasan industri.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jawa Timur, Nyono, menjelaskan bahwa reaktivasi jalur rel lama merupakan bagian dari program besar Pemprov Jatim dalam meningkatkan konektivitas transportasi publik sekaligus transportasi barang dan energi.

“Reaktivasi ini tidak hanya berkaitan dengan transportasi publik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam perencanaan angkutan logistik dan energi di Jawa Timur,” ujar Nyono pada Rabu, 08 Okt 2025

Menurutnya, Pemprov Jatim bersama Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, sebelumnya telah membahas peluang pendanaan melalui program loan dari Pemerintah Inggris (UK Loan).
Program ini diharapkan bisa membantu membiayai reaktivasi rel-rel mati yang selama ini tidak lagi beroperasi.
“Wakil Gubernur juga sudah menyampaikan kepada Konsulat Inggris agar program pembiayaan ini bisa mencakup reaktivasi jalur-jalur lama peninggalan Belanda, bukan hanya proyek transportasi cepat seperti LRT,” ungkapnya.
Nyono menilai jalur-jalur lama seperti Mojokerto–Jombang–Babat–Tuban sangat strategis karena menghubungkan kawasan industri di lintas tengah hingga utara Jawa Timur. Jalur tersebut dulunya dibangun pada masa kolonial karena memiliki nilai logistik dan industri yang tinggi.
“Sekarang kawasan tengah Jawa Timur, seperti Jombang dan Mojokerto, sudah berkembang menjadi area industri. Reaktivasi jalur lama akan sangat membantu mobilitas barang, energi, dan hasil produksi,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keberadaan jalur rel aktif akan mengoptimalkan pengelolaan angkutan logistik berbasis kereta api, termasuk distribusi minyak dan energi untuk kebutuhan industri.
Selain itu, reaktivasi rel juga mendukung konektivitas menuju kawasan investasi strategis seperti proyek Rosneft di Tuban yang direncanakan memiliki hub logistik di Babat.
“Dengan terhubungnya jalur tengah dan utara, kita akan memiliki sistem transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Ini penting agar pergerakan barang dan energi tidak hanya bergantung pada jalan raya yang saat ini semakin padat,” tegas Nyono.
Pemprov Jatim berharap dukungan pemerintah pusat dan investor asing dapat segera terealisasi agar reaktivasi jalur kereta di wilayah Gresik, Mojokerto, Bojonegoro, dan Lamongan dapat dimulai dalam waktu dekat, sehingga memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah dan masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles